KECELAKAAN PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA - BANDUNG
KECELAKAAN PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA - BANDUNG
Latar Belakang
Pembangunan merupakan salah satu proses yang berdimensi jamak, yang mencakup perubahan orientasi dan organisasi dari system social, ekonomi, politik, dan budaya. Pembangunan proyek kereta cepat Indonesia cina merupakan sebuah hubungan kerjasama antara dua Negara yaitu Indonesia dan Cina (KCIC) yang merupakan proyek pembangunan transportasi kereta masa depan yang akan mengubungkan dua kota yaitu Jakarta dan Bandung yang dimana dengan dibangunnya sebuah tranportasi masa depan ini digunakan untuk mempermudah masyarakat.
Dengan demikian pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina ( KCIC) memang memberikan dampak yang baik pada suatu Negara. Pada hakekatnya pembangunan itu dilaksanakan oleh pemerintah bersama rakyat dengan tujuan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan pada masyarakat. Apalgi melihat desa / kelurahan masih banyak lahan yang kosong yang dijadikan sebagai bangunan inspratuktur yang membantu dalam memajukan daerah tersebut.
Masyarakat akan menerima pembangunan ini asal pemerintah memberikan pengaruh dan manfaat bagi mereka, tetapi apabila pembangunan tersebut membuat masyarakat merasa dirugikan maka terjadila kesalahpahaman social yang dimana masyarakat memberontak dan melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan tersebut.
Seperti yang saat ini terjadi di kabupaten Bandung Barat di Desa Mekarsari dimana kampong bentar gedang terkena proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina ( KCIC). Bangunan perumahan padat penduduk yang ditempati do wilayah kampong bentar gedang desa mekarsari sedang berlangsung proses penggusuran dimana bangunan rumah penduduk sudah dihancurkan. Pembangunan yang merukan salah satu proyek besar Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang terjadi di Desa Mekarsari Kabupaten Bandung Barat mendapat respon respon yang kurang baik dari masyarakat, sehingga muncullah salah satu permasalahan dengan mansyarakat karena masyarakat menolak adanya pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina ( KCIC) yang disebabkan mereka merasa dirampas tempat tinggalnya.
PEMBAHASAN
A. Bagaimana Aspek Lingkungan Pada Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung
Faktor lingkungan dibagi lagi menjadi 4 faktor, yaitu kebisingan, suhu udara, penerangan, dan lantai licin. Pertama adalah kebisingan yaitu terlalu ramai atau berisik yang dilakukan oleh para tenaga kerja di sebuah pabrik yang mengakibatkan terganggunya komunikasi antar karyawan dan kurang merasa aman dalam bekerja. Yang Kedua adalah suhu udara dingin maupun panas. Suhu dingin sendiri mengakibatkan badan terasa kaku karena otot yang tidak bekerja secara maksimal.
Selain itu, suhu panas pun juga bisa mengakibatkan keringat berlebih yang berefek pada menurunnya prestasi kerja pekerja, mengganggu kecermatan dan kecepatan kerja otak maupun aktifitas karyawan. Yang ketiga adalah penerangan, yaitu salah satu sumber cahaya yang sangat penting untuk menerangi sebuah ruangan, peralatan, atau benda-benda di sekitar tempat kerja.
Faktor penerangan yang bisa mengakibatkan kecelakaan antara lain terlalu terangnya penerangan membuat kilauan cahaya berlebihan membuat mengkilapnya pantulan benda dan adanya bayang-bayang gelap. Selain itu penerangan yang kurang terang akan membuat mata mudah lelah. Lalu kelelahan mata bisa membuat rasa kantuk dan akan berbahaya bila pekerja sedang menggunakan mesin-mesin berbahaya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.
Yang terakhir adalah lantai yang licin. Lantai di suatu pabrik harus terbuat dari bahan yang tahan air atau oli dan tahan bahan-bahan kimia agar tidak mudah licin atau rusak akibat tumpahnya air atau bahan kimia, selain itu lantai di suatu pabrik harus dari bahan yang keras dan kuat agar tidak mudah retak.
B. Bagaimana Aspek Manusia Pada Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung
Menurut sebuah data, sebanyak 80 dari 100 kecelakaan yang terjadi di tempat kerja disebabkan karena faktor kesalahan manusianya. Fakta ini menunjukkan bahwa pekerja tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat sebelum bekerja. Atau bisa juga pekerja malas untuk melakukan hal tersebut. Padahal tentu tindakan pencegahan lebih baik dibanding harus mengobati.
Mungkin bagi para pekerja, kegiatan untuk mengikuti prosedur kerja itu terasa membuang-buang waktu dan membosankan. Namun jika melihat data di atas dimana faktor penyebab kecelakaan kerja mayoritas disebabkan kesalahan manusianya sendiri, maka hal itu jelas tak boleh diabaikan. Kelalaian diri sendiri untuk bersikap disiplin dan patuh pada peraturan dan prosedur yang ada bisa berdampak negatif pada diri sendiri maupun orang lain. Berikut adalah 5 Penyebab Umum Kecelakaan Kerja dari Faktor Manusia :
1. Suka Ambil Jalan Pintas
Manusia memang terkadang suka cari cara mudahnya. Sehingga kemudian mengambil jalan pintas saat melakukan sebuah pekerjaan. Padahal itu sangatlah berbahaya. Apalagi ketika pekerja ini bekerja di dekat mesin-mesin yang sedang beroperasi atau dengan bahan kimia yang mematikan. Hanya memilih cara gampangnya bisa menjadi bahaya yang mematikan. Dengan begitu bisa dikatakan kalau jalan pintas yang dipilih pekerja hanya akan meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan kerja.
2. Terlalu Percaya Diri
Terkadang ada pekerja yang over confidence. Sikap semacam ini tidak baik karena bisa membuat pekerja suka menggampangkan. Akibatnya, pekerja pun kurang waspada dan melakukan prosedur yang salah. Hal itu bisa berdampak pada peningkatan resiko kecelakaan kerja.
3. Tidak Rapinya Tempat Kerja
Kerapian tempat kerja sangat dibutuhkan untuk membuat segalanya menjadi teratur. Dengan tempat kerja yang rapi dan teratur, proses bekerja pun akan terasa lebih nyaman. Sebaliknya jika kondisi tempat kerja semrawut, hal itu secara tidak langsung menimbulkan potensi bahaya bagi pekerja. Oleh karenanya, pihak perusahaan harus memastikan tempat kerja selalu terjaga kerapiannya. Pekerja pun harus ikut menjaga agar kondisi tempat kerja selalu nyaman dan aman.
4. Memulai Pekerjaan Tanpa Tahu Betul Semua Informasi yang Dibutuhkan
Sebelum melakukan pekerjaan, pastikan pekerja harus tahu semua informasi yang diperlukan. Dengan begitu, pekerja tahu apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana situasi kerja yang mungkin dihadapi. Pekerja yang memulai pekerjaan tanpa informasi yang lengkap, akan kebingungan nantinya. Sehingga kemungkinan akan bisa melanggar prosedur atau juga memperlambat proses kerja. Karena itulah, sebaiknya jika belum memperoleh info lengkap mengenai pekerjaan yang harus dilakukan, pekerja tidak memulai lebih dulu. lebih baik bertanya untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan.
5. Sengaja Mengabaikan Prosedur Keselamatan Kerja
Ini mungkin penyebab kecelakaan kerja terburuk dilihat dari sisi karyawan sendiri. Sebab prosedur kerja dibuat untuk mengamankan jiwa pekerja, namun secara sengaja hal itu dilanggar oleh pekerja sendiri. Pengabaian prosedur keselamatan kerja ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga membahayakan pekerja di sekitarnya. Karena itulah prosedur keselamatan kerja harus selalu dipatuhi.
C. Bagaimana Aspek Operator Alat Berat pada proyek kereta api cepat Jakarta – Bandung?
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. K3 itu sendiri pada prinsipnya bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja pada suatu proyek konstruksi. Jadi dapat dikatakan bahwa fungsi K3 pada suatu proyek konstruksi yaitu untuk menghindari atau mencegah terjadinya suatu kecelakaan kerja pada suatu proyek konstruksi. Banyak kecelakaan kerja pada proyek konstruksi yang diakibatkan oleh pengoperasian alat berat.
Dari data yang diperoleh peneliti, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui data tersebut valid dan konsistensi skor atau reliabel. Setelah dilakukan uji tersebut dilakukan uji Relative Importance Index (RII) untuk mendapatkan ranking kecelakaan kerja yang paling dominan. Tipe kecelakaan yang paling dominan yaitu jatuhnya manusia dari ketinggian akibat terbentur oleh beban yang di angkat Tower Crane. Dari faktor penyebab kecelakaan yang paling dominan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan untuk membuat langkah-langkah apa saja yang dapat mengurangi kecelakaan kerja tersebut. Langkah yang dilakukan untuk mengurangi kecelakaan kerja yang paling dominan yaitu menggunakan alat berat sesuai dengan kemampuannya dan tidak memaksa alat berat untuk bekerja diluar batas kemampuannya, karena ini tidak hanya berpengaruh pada usia alat berat (menjadi mudah rusak), tetapi juga sangat berbahaya bagi operator ataupun pekerja lain di lapangan.
KESIMPULAN
Pasca kecelakaan rangkaian kereta teknis kereta cepat Jakarta bandung proses evakuasi terus dilakukan pengelola kereta cepat memastikan proyek pengerjaan kereta cepat tetap berlangsung sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi kereta teknis yang keluar jalur berdasarkan keterangan pengelola kereta yang keluar jalur di kabupaten Bandung Barat bukan rangkaian kereta cepat namun kereta yang keluar jalur adalah rangkaian lokomotif dan mesin pemasang rel.
Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Kereta Api Ada berbagai alasan mengapa kecelakaan kereta api terjadi sebagian besar terjadi di persimpangan ketik mobil mencoba untuk mengalahkan kereta. Beberapa mungkin karena kesalahan perusahaan kereta api itu sendiri, sedangkan yang lain karena kondektur atau karyawan kereta api yang lalai.
Dampak negative dari pembuatan kereta cepat Jakarta – Bandung yaitu bisa memberikan dampak yang buruk pada sumber daya alam yang akan dilintasi oleh kereta cepat Jakarta – Bandung, karena akibat pembangunan kereta cepat tersebut banyak lahan, atau persawahan milik warga yang sudah beralih fungsi menjadi rell kereta cepat maupun stasiun nya.
Komentar
Posting Komentar